Argo Pantes

Argo Pantes Dapat Proyek Rp 220,69 Miliar, Saham ARGO Langsung Melonjak

Argo Pantes Dapat Proyek Rp 220,69 Miliar, Saham ARGO Langsung Melonjak
Argo Pantes Dapat Proyek Rp 220,69 Miliar, Saham ARGO Langsung Melonjak

JAKARTA - Langkah strategis kembali ditunjukkan PT Argo Pantes Tbk (ARGO) dalam memperkuat fondasi bisnisnya di tengah dinamika industri. 

Perusahaan ini resmi mengamankan kontrak kerja sama sewa bernilai besar yang diyakini memberi dampak signifikan terhadap kinerja jangka panjang. Kesepakatan tersebut sekaligus menjadi katalis positif bagi pergerakan saham perseroan di pasar modal.

PT Argo Pantes Tbk (ARGO) memperoleh kontrak kerja sama sewa dengan PT Global Yimi Cargo yang dikenal sebagai J&T Cargo. Perolehan kontrak tersebut dilakukan pada 11 Februari 2026. Kerja sama ini menandai babak baru kolaborasi sektor industri dengan layanan logistik yang berkembang pesat.

Direktur Utama Argo Pantes Thomas Wahyu Kalaij dalam keterbukaan informasi di BEI pada 11 Februari 2026 menjelaskan bahwa transaksi ini bukan transaksi afiliasi. Ia menegaskan kedua belah pihak tidak memiliki hubungan istimewa dalam struktur kepemilikan maupun manajemen. Dengan demikian, kesepakatan ini murni bersifat bisnis profesional.

“Nilai kontrak dari perjanjian kali ini sebesar Rp 220,69 miliar dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal transaksi dimulai,” papar Thomas. Pernyataan tersebut menegaskan skala kerja sama yang tergolong besar dan berjangka panjang. Durasi satu dekade memberi ruang stabilitas bagi kedua perusahaan dalam menjalankan rencana operasional.

Strategi Jangka Panjang Tingkatkan Nilai Perusahaan

Menurut Thomas, perolehan kontrak ini merupakan implementasi strategi jangka panjang untuk meningkatkan penciptaan nilai. Manajemen menilai kerja sama tersebut sejalan dengan arah pengembangan bisnis yang telah dirancang sebelumnya. Fokus utama perseroan adalah mengoptimalkan aset dan memperkuat struktur pendapatan berkelanjutan.

ARGO berharap penandatanganan perjanjian sewa ini dapat meningkatkan pendapatan dan tingkat okupansi lahan sewa. Peningkatan okupansi dinilai penting untuk memaksimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki perusahaan. Dengan begitu, kegiatan usaha diharapkan berkembang lebih konsisten.

Kerja sama ini juga mencerminkan kepercayaan mitra terhadap kapasitas dan kapabilitas ARGO. Dalam industri yang kompetitif, kontrak jangka panjang menjadi indikator kredibilitas perusahaan. Hal ini sekaligus memperlihatkan posisi ARGO yang tetap relevan di tengah perubahan pasar.

Dari sisi nilai, kontrak Rp 220,69 miliar memberikan kontribusi potensial terhadap arus kas perusahaan. Nilai tersebut tersebar dalam periode sepuluh tahun sesuai masa perjanjian. Skema jangka panjang memungkinkan perencanaan keuangan lebih terukur.

Kinerja Keuangan dan Tantangan Terbaru

Hingga 30 September 2025, pendapatan ARGO tercatat sebesar Rp 85,18 miliar. Angka tersebut meningkat 6,92% secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya perbaikan pada sisi top line perseroan.

Meski demikian, bottom line ARGO masih tercatat merugi sebesar Rp 1,56 miliar. Sebelumnya perusahaan sempat mencetak laba bersih sebesar Rp 5,73 miliar. Perubahan ini menjadi perhatian manajemen untuk menjaga stabilitas kinerja ke depan.

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya strategi ekspansi dan optimalisasi aset. Kontrak baru bersama J&T Cargo diharapkan menjadi salah satu pendorong perbaikan profitabilitas. Manajemen optimistis langkah ini mampu memperkuat fondasi keuangan.

Peningkatan pendapatan yang sudah terlihat memberi sinyal adanya momentum pemulihan. Dengan tambahan kontribusi dari kerja sama sewa, ruang pertumbuhan menjadi lebih terbuka. Perusahaan menargetkan efisiensi operasional agar hasil lebih maksimal.

Respons Pasar dan Pergerakan Saham

Kesepakatan bernilai besar tersebut mendapat respons positif dari pelaku pasar. Pada Kamis, 12 Februari 2026, saham ARGO naik 14,01% menjadi Rp 1.180 per saham. Lonjakan ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek perusahaan.

Dalam lima hari perdagangan, saham ARGO juga tercatat naik 12,92%. Kenaikan ini memperlihatkan sentimen positif yang terbangun pasca pengumuman kontrak. Investor menilai kerja sama jangka panjang dapat memberikan stabilitas pendapatan.

Pergerakan harga saham yang signifikan menunjukkan tingginya minat pasar. Informasi mengenai kontrak bernilai ratusan miliar rupiah menjadi katalis utama. Pasar melihat potensi pertumbuhan yang lebih terukur dalam jangka panjang.

Momentum kenaikan saham turut memperkuat citra perusahaan di mata publik. Kepercayaan investor menjadi modal penting dalam mendukung ekspansi berikutnya. Dengan dukungan pasar, ruang pengembangan usaha semakin terbuka.

Prospek Bisnis dan Arah Pengembangan

Kerja sama dengan J&T Cargo dipandang sebagai pijakan strategis untuk memperluas basis pendapatan. Model sewa jangka panjang memberi kepastian arus kas yang lebih stabil. Hal ini menjadi fondasi penting dalam perencanaan bisnis berkelanjutan.

Manajemen menekankan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar kontrak biasa. Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi menyeluruh untuk meningkatkan nilai perusahaan. Optimalisasi aset dan peningkatan okupansi menjadi fokus utama.

Dengan kontrak senilai Rp 220,69 miliar selama sepuluh tahun, ARGO memiliki peluang memperbaiki struktur keuangan. Stabilitas pendapatan diharapkan membantu menekan risiko fluktuasi kinerja. Langkah ini sekaligus mempertegas arah transformasi bisnis.

Secara keseluruhan, pencapaian kontrak ini menjadi sinyal positif bagi masa depan perusahaan. Respons pasar yang tercermin pada lonjakan saham memperlihatkan keyakinan terhadap strategi manajemen. ARGO optimistis kerja sama ini akan memperkuat posisi dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index